My Aphrodisiac (Fan Fiction)

Standard

Lee Jong Hyun

Cast:
Lee Jonghyun (CN Blue)
Suri

Genre: Romance 21+++++

Type: One Shot

Writer: Monie Riska (@Monieriska)

…..Just re-blog from Moni’s fecebook …….

Jonghyun is My Aphrodisiac

Laki-laki itu… Lee Jonghyun.

Ah, aku tidak bisa berpaling menatap kau didepan ku seperti ini.
God! Lagi-lagi kau membuat wajah seperti itu! Tidak bisakah kau menutup mulutmu disaat kau sedang gila bersama gitar kesayangan mu itu??
Atur nafasmu baik-baik Suri! Aku memerintahkan diriku sendiri untuk menahan nafsu ku ini.

Kuhirup nafas panjang2 dan kuhembuskan lagi lewat hidung sambil kukatupkan kedua bibirku.
“Ouch!”
Kaki ku di injak oleh wanita yang berdiri disampingku, lagi. Sudah hampir 8 kali dia menginjak kaki ku.
Kulempar pandangan kesal kearahnya. Tapi percuma saja, pandangannya hanya terpaku pada obyek yang sama dengan pandanganku sebelumnya dan sambil berteriak “Lee Jonghyun! Lee Jonghyun! Lee Jonghyun!!” Tangannya bergerak kencang mengayunkan light stick nya yang berwarna biru terang.

Aku menghela nafas dan mengangkat sebelah kakiku yang terinjak. Sakit sekali, keluhku.
Wanita disebelahku menjerit semakin kencang. Ternyata laki-laki bergitar di panggung itu berjalan mendekat.
Masih dengan mengerucutkan bibir dan mengangkat sebelah kaki aku mendongak ke arah panggung. Laki-laki bergitar itu melihat ke arah ku sambil tersenyum mengejek.

Awas kau Lee Jonghyun!
Kulempar tatapan geram padanya. Senyumannya semakin geli terlukis di wajahnya yang tidak tersorot lampu panggung. Tapi aku masih bisa melihat jelas lidahnya yang sedikit menjulur keluar dan mengedipkan sebelah matanya pada ku.
Ya!!
Jonghyun langsung berlari-lari kecil kedepan menjauh. Permainan gitarnya semakin menjadi-jadi dan aksinya menjadi lebih bersemangat dengan merebut mic si vokalis saat bagian dia menyanyi.

Kulihat sekelilingku yang dipenuhi sinar light stick berwarna biru memenuhi stadium yang besar ini.
Suara-suara wanita yang meneriakan nama berbeda. Seperti nama Yonghwa yang diteriakkan oleh wanita disebelah kiriku dan Jonghyun yang kudengar dari sebelah kananku.
Tanpa perintah bibirku membentuk sebuah senyuman. Banyak sekali yang menyukai mu.

Tapi laki-laki bergitar itu seperti benar-benar ingin mengujiku. Kulihat ada daerah dimana para fans menonton sambil duduk nyaman bernyanyi bersama dengan sang vokalis ada di depan mereka.
Tidak seperti ku yang berdesakan berdiri disini dengan kaki ku yang terinjak-injak.
Jadi ini tempat yang cocok untukku? Wanita yang pernah dinyatakan cintanya 3 tahun lalu oleh laki-laki bergitar yang sedang berada di panggung itu.

Ya, aku adalah kekasihnya. Kekasih laki-laki bergitar itu. Kekasih dari Lee Jonghyun.

Bibir manis ini. Bibir yang mengejekku tadi diatas panggung terus mendominasi melumat bibirku tanpa henti.
Aku merasakan lidah yang menjulur keluar diatas panggung tadi pun sudah berada di didalam mulutku menggelitik untuk disambut oleh lidahku.
Tubuhku membentur dinding saat Jonghyun menutup pintu hotel kamarku dan mengunci ku diantara dinding dan tubuhnya.
Aku tidak bisa pergi kemanapun. Tubuhku sudah terperangkap olehnya.
Aku ingin merasakanmu Lee Jonghyun. Betapa aku merananya menahan rindu ku ini selama di konser tadi. Awas kau..
Kucoba meraih bibir atasnya dan kugigit saat bibir itu sedikit menghentikan aksinya.
“Aakkhh ya!” Jonghyun mengerang dan melepaskan ciumannya.
Dia menatap ke bawah ke arah mataku.
“Wae?”
Aku balas menantang menatap matanya.
Tapi mulutku tidak sedang berpihak pada otakku. Bibir ku membentuk senyuman dan sedikit menggigit bibir bawahku.

“Kau mau menggodaku?” Aku merasakan tangan kiri Jonghyun menempel didinding tepat disebelah telingaku dan ia tertawa kecil menatap bibir dan kemudian mataku.

Tubuhnya sudah tidak menekan tubuhku lagi sehingga aku bisa menatap wajahnya.
“Berikan aku waktu sebentar untuk mengucapkan ‘aku kembali..'” Tanganku mulai membelai pipi porselen nya.
Tapi kedua tanganku langsung meraih cepat keatas dan sedikit menjambak rambutnya untuk menghentikan bibirnya yang mendekat ingin menciumku lagi.
Aku bisa merasakan hembusan nafas Jonghyun dari hidungnya yang hanya berjarak beberapa senti saja dari hidungku. Wajahnya begitu dekat sekali.
Aku terkekeh pelan. Kuraih lagi sejumput rambutnya di kedua tanganku. Rambutnya sangat halus dan lembut sekali. “Apa maksut kau memblondie rambut mu ini?” Kataku mencoba mengalihkan pikiran ku dari bibir merah yang masih basah dari mulutku yang ada di hadapanku sekarang.
“Kau suka?” Jawab Jonghyun sambil memejamkan matanya. Sepertinya ia menyukai kedua tanganku sedang berada diatas kepalanya.
“Aku tidak perduli dengan warna rambut mu sebetulnya. Tapi ini… Aku sangat menyukainya kau terlihat semakin tampan”
Aku merasakan Jonghyun menarik bibirnya membentuk senyuman lebar sekali setelah aku mengatakannya.
“Biarkan aku menerima sedikit hadiah karena memuji mu Mr. John..”
Masih dengan memejamkan matanya, Jonghyun menarik kepalanya kebelakang memperlihatkan leher putihnya. Sepertinya dia sudah memberikan sinyal ‘selamat datang’ padaku.

Aku sedikit menekuk lututku dan menempelkan hidungku di kelenjar tiroid lehernya. Kuhirup bersamaan menempelnya lidah ku pada kelenjar itu.
Terdengar suara erangan pelan Jonghyun dari mulutnya di atas kepalaku. Membuat birahi dalam tubuhku semakin besar.
Kupegang erat belakang kepalanya dan mulai menciumi lehernya dengan segala nafsuku.
Keringatnya yang sejak konser tadi bercampur dengan wangi cologne nya yang begitu maskulin masih menempel dikulit lehernya membentuk wangi Jonghyun yang sangat ku suka sekali.

Aku tidak perduli pada tanda merah di leher Jonghyun yang sudah kubuat dari setiap isapan ciumanku. Biarkan ini menjadi hadiah mu karena kau sudah menjebakku untuk menonton konser mu disaat aku datang ke negaramu.

Kutangkup kedua pipinya agar aku bisa nyaman menyusuri bibirku disetiap sudut rahang dan dagunya. Sensasi didaerah ini berbeda saat menciumnya. Terasa geli di bibirku karena janggut yang dicukur Jonghyun mulai tumbuh. Dan ini sangat menyenangkan.

Jonghyun tidak bergerak sama sekali dari sikapnya semenjak tadi selama aku menikmati leher dan wajahnya. Aku benar-benar diberinya hadiah. Yaitu dirinya.
Aku bebas menciumi wajahnya. Dan tidak akan melewati kesempatan ini.
Mungkin dari luar Jonghyun terlihat sangat lembut yang suka mengalah. Tapi tidak dalam hal ini, dia tipe laki-laki yang bersifat dominan. Dan aku sangat menyukainya.
Mungkin ini hadiah yang diberikannya karena sudah 1 tahun kita tidak bertemu. Secara fisik.

Seperti yang sudah kuduga. Jonghyun memang tipe yang sangat dominan. Ketika aku mulai menciumi sudut bibirnya dia langsung meletakkan kedua tangannya dibahuku dan mendorong tubuhku sedikit menjauh dari wajahnya.

Aku mengerucutkan bibirku dan menatapnya kecewa. Tapi dia hanya membalasnya dengan senyuman dan mengatakan “waktumu telah habis..”

Ibu jarinya menarik sudut bibir ku yang sedang cemberut agar rata kembali. “Ini lebih baik..” Tanpa aba2 mulut Jonghyun sudah melumat bibirku dengan cepat.
Dasar egois. Aku mengalah dan menerima lidahnya di dalam mulutku.

Jonghyun melumatku lama sekali tanpa memberiku kesempatan untuk menghirup udara.
Dan sekalinya ia mengalihkan bibirnya, “aaakkhh..” Aku mengerang pelan saat tangan Jonghyun sudah menyusup kedalam blus ku dan meraih sebelah payudaraku. Aku tidak menyadari kapan ia membuka kancing blus ku? Cepat sekali.

Lee Jonghyun kau sudah membuatku gila. Erangan nikmatku semakin terdengar saat jemari Jonghyun dengan cekatan mengelus dan meremas payudaraku.
“Hyunie-ah..” Hanya namanya yang bisa kusebut.
“Hmm?” Jawabnya tanpa melepaskan ciumannya di bahuku.
Aku tidak bisa berpikir normal lagi. Kutarik kepala Jonghyun mengarah kedadaku dan kuremas rambutnya. Nikmatilah aku Jonghyun.

Jonghyun sudah bisa membaca pikiranku. Ia langsung mengecup dibelahan dadaku yang sudah terbuka.
“Ouuhh~”
Hanya beberapa detik saja blus dan bra sudah terlepas dari tubuhku. Bagian atasku sudah telanjang.
Jonghyun menatap hasil pekerjaannya yang cepat itu. “It’s time..” Dengan senyumannya yang begitu menggoda.

Jonghyun melepaskan tshirt nya dengan cepat dan langsung mengangkatku ke tubuhnya.
Aku tertawa dengan ulahnya ini. Kulingkarkan kaki ku dipinggangnya dan memeluknya erat.
Jonghyun membawaku kearah ranjang sambil terus melumat bibirku dengan nafsu yang semakin besar dari sebelumnya.

Dia meletakkanku di ranjang sangat begitu hati-hati. Aku tahu gairahnya sudah sangat memuncak sekarang. Tapi dia masih bisa mengontrol sikapnya terhadapku.
Aku meraih lagi kepala Jonghyun yang ada diatas untuk menciumku kembali. Ciuman Jonghyun adalah segalanya bagiku.

Tubuh Jonghyun sudah berada diatas tubuhku sekarang. Dalam keadaan telanjang. entah sejak kapan semua pakaian sudah terlepas dari tubuh kami. Ciuman dan sentuhan Jonghyun sudah membiusku.

Telunjuk Jonghyun membelai mesra sisi payudaraku. Membuat badanku menggeliat dibawah tubuhnya.
“Kau tahu? Aku sangat merindukan mu Suri..” Bisik Jonghyun diatas wajahku. Suaranya lembut sekali.
Aku bisa melihat lesung pipinya saat membuka mata untuk menjawabnya. “Aku juga sangat merindukanmu Hyunie-ah..” Jawabku pada patung yunani diatasku. Jonghyun ku sudah sedikit berubah. Lebih dewasa dan semakin tampan. Sangat tampan.

Jonghyun tersenyum sangat menggoda sekali saat dia mendengar jawabanku.
“Kalau begitu, bisa kubayar kerinduan ku sekarang?” Tanyanya sambil menyisir rambut pirangnya kebelakang dengan jemarinya.
Lagi-lagi sebelum ku jawab pertanyaannya dia sudah membuatku teriak kaget. “Aah!”
Jonghyun sudah menggigit pelan puncak payudaraku.
Kuremas rambut Jonghyun menikmati isapan bibirnya di dada dan payudaraku. Kurasakan dadaku yang sudah basah oleh lidahnya yang terus menjilati kedua payudaraku.
Tubuhku menggeliat setiap Jonghyun menghisap kencang puncak payudaraku. Menggelikan dan sungguh nikmat sekali.
Jangan kau hentikan Hyunie-ah.. Teruslah kau berada disana. Batinku sambil terus menekan kepala Jonghyun untuk tetap berada didadaku.
Aku tidak bisa bernafas secara normal lagi. Mulutku terus terbuka agar udara bisa masuk ke dalam tubuhku. Dan sesekali mengernyit hidungku karena Jonghyun suka sekali menggigit kulit tubuhku.

Tangan Jonghyun masih terus mengelus sisi tubuhku dengan lihai. Halus sekali sentuhannya agar aku selalu terbuai.
Sentuhan tangannya disisi perut bersamaan dengan kurasakan kecupan bibirnya diperutku. Kepalanya sudah meluncur kebawah merasakan setiap bagian tubuhku.
Jonghyun kau selalu pintar sekali membuatku bahagia.

“No no no Hyunie-ah hentikan..” Kataku gugup saat merasakan mulut Jonghyun sudah berada didaerah kewanitaanku. Aku tidak sanggup membiarkan ini. Ini memalukan. Batinku.
Tapi Jonghyun tidak mendengarkan ucapanku. Ya dia memang tidak pernah mendengarkan apapun dariku setiap melakukan sex denganku.
Jonghyun mengangkat kaki kanan ku dan bibirnya menghisap sisi kewanitaanku dengan sangat menggoda sekali.
“Hyunie-ah~~~” aku mengerang nikmat sekali.
Cukup Jonghyun jangan siksa aku lebih lama lagi dengan ciuman-ciuman mu ini. Aku menginginkanmu. sekarang.

Sebetulnya Jonghyun sudah mengenal tubuhku dengan baik. Disaat dia tidak berhasil dengan payudaraku, daerah kewanitaanku lah menjadi target terakhirnya.
Aku memejamkan kedua mataku saat merasakan cairan keluar dari kewanitaanku. Aku malu sekali karena Jonghyun sedang berada disana.

“Kau sudah siap Suri.. Aku menginginkanmu sekarang”
Aku melihat wajah Jonghyun saat mengatakan itu. Wajahnya keras sekali dengan rambut pirangnya yang sudah acak-acakan sampai menutupi matanya.
“Please..” Aku memohon menatap matanya. Aku sudah tidak tahan lagi menahan nafsu ini yang semakin membesar. Dan di matamu juga terlihat sama apa yang kau inginkan.

Jonghyun mengangkat kedua kaki ku dan menyusupkan tubuhnya diantara keduanya.
Ku genggam ujung bantal saat kejantanan Jonghyun memasuki kewanitaanku.
“Aaaakkkhhh” mulutku yang terbuka mengerang hebat merasakan sensasi yang luar biasa ini.
“Tahan sedikit sayangku..” Jonghyun mengambil tanganku dan menekankan kejantanannyan lebih dalam lagi.
“Auukkhh..” Aku menahan tekanannya dengan menggenggam kencang tanganya yang berada ditanganku.
Jonghyun sudah berada didalam tubuhku sepenuhnya. Tangannya semakin licin karena keringatnya yang terus keluar. Aku semakin mengencangkan peganganku agar tidak terlepas disaat Jonghyun sedang melepaskan semua kerinduannya pada ku.
Aku suka Jonghyun yang sekarang. Gerakan pinggulnya terkontrol dengan sempurna sehingga membuatku nyaman menikmatinya.
Aku membuka mataku ingin menikmati pandangan dewa yunani ku. Wajah itu lagi. Wajah yang sama saat konser tadi dia gila bersama gitarnya. Itulah mengapa aku sangat tersiksa menyaksikan mu seperti itu dsana Hyunie-ah. Tapi aku bahagia karena kernyitan diwajahmu lebih serius sekarang dibandingkan tadi.

“Aahh~ aku mencintaimu Suri..” Erang Jonghyun disela-sela kenikmatannya.
Mendengar suaranya membuat gairahku semakin memuncak. Aku merasakan milikku semakin mengetat terhadap kejantanan Jonghyun didalam tubuhku.
Jonghyun bisa merasakan hal sama sehingga dia mejatuhkan tubuhnya diatas dadaku.
“Aku mohon bertahanlah sedikit lagi sayangku..” Bisik Jonghyun sambil memelukku erat.
Aku tidak bisa menjawab dengan mulutku yang setengah terbuka ini. Dan selalu mengeluarkan suara nikmat disetiap Jonghyun menekankan pinggulnya.
Jonghyun mengecup wajahku sambil terus menggoyangkan pinggulnya tanpa henti. Aku mencoba sekuat tenaga untuk membuka mata. Pandangan senyuman Jonghyun sambil menggigit bibir bawahnya adalah pandangan paling indah di dunia ini.
Aku mengangkat tanganku menyingkirkan rambutnya yang menutupi matanya. Aku membalas senyumannya sambil memandang kedalam mata yang penuh gairah itu.

Jonghyun menunduk kebawah telinga kananku dan gerakan pinggulnya semakin cepat ditubuhku. Dia akan segera mencapai klimaksnya. “Sedikit lagi aku mohon bertahanlah Sayang..” Bisiknya dengan suara tertahan.
Aku mencengkram bahunya dengan kencang untuk menahan rasa sakit yang mulai terasa.
“Ku mohon didalam tubuhku Hyunie-ah.. Aku sangat mencintaimu” bisikku
Jonghyun mengerang hebat dibantalku saat sudah merasakan klimaksnya.
“Aku mohoonnn..” Kutekankan tubuhku pada tubuh Jonghyun yang baru saja ingin menjauh dariku. Aku terus menekannya lebih erat.
“Aaaaaaakkkhhh” Jonghyun mengerang melepaskan semuanya. Aku merasakan cairan mengalir didalam tubuhku. Jonghyun telah melakukannya.
Aku menghembuskan nafasku lega. Jonghyun telah membuatku menjadi bagiannya.

Jonghyun masih berada dibahuku dengan nafas yang tersengal-sengal. Tubuhnya masih berada di dalam tubuhku. Ku turunkan kakiku dan memeluknya erat.

“Bagaimana kabarmu Hyunie-ah?” Tanyaku sambil mengelus punggung Jonghyun yang basah oleh keringat diatas tubuhku.
Aku mendengar Jonghyun mendenguskan tawanya di telingaku. Aku menarik sudut bibirku.
Jonghyun mengecup bahuku sebelum ia mengangkat kepalanya dan menahan badannya dengan kedua sikunya agar wajah nya tetap berada diatas wajahku.
Tanganku merapikan rambutnya yang acak2an agar aku bisa memandang matanya.
“Rambutmu sudah sangat panjang” ujar ku menggenggam sejumput poni pirangnya.
Jonghyun mengatur nafasnya dan berkata sambil tersenyum menatapku “selamat datang di Korea lagi, Suri-chan..”
Aku memberikan senyuman terlebarku padanya.
Kami berdua saling menatap dan tersenyum lama sekali. Sampai suara ponsel Jonghyun mengganggu kami.

“Aakh~” aku mengerang pelan saat Jonghyun mengeluarkan miliknya dari tubuhku.
Tangannya segera meraih ponselnya yang berada di bawah ranjang.

“Ya Yonghwa hyung ada apa?” Jawabnya.
Ternyata Yonghwa oppa yang mengganggu kami.

Aku menarik selimut dan membenarkan tidurku sambil tetap mendengarkan Jonghyun menjawab telepon.
“Aku tidak bisa ikut after party bersama kalian, maafkan aku..” Ucapnya meminta maaf pada Yonghywa Hyung.
“Ya?” Jonghyun berbalik menatapku tersenyum masih sambil menempelkan ponselnya di telinga.
“Iya, Suri-chan sedang bersamaku.. Tadi pagi ia berangkat dari Jepang. Iya Hyung.. Akan kusampaikan salam mu padanya” Jonghyun menutup telepon nya.

Jonghyun membalikkan badannya dan menatap wajahku.
“Tidurlah sayang.. Kau pasti sangat lelah” Jonghyun mencium keningku dan membenarkan selimutku sebelum aku dipeluknya.

-The End-

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s