KRL disayang…KRL dicaci…

Standard

Foto ini saya ambil dari salah satu website, maaf saya lupa webnya...

Setelah beberapa tahun (pernah off juga sih ga naek kreta) pulang pergi naek salah satu moda transportasi kereta listrik (KRL) ato nama kerennya sekarang jadi commutter ke Jakarta-Bogor, pelayanan KRL bukan makin membanggakan tapi malah makin bikin putus asa, mungkin sampe bikin bunuh diri pelanggannya, karena pelayanannya yang justru makin tidak memuaskan. Saya sudah merasakan berbagai jenis mulai dari ekonomi, AC ekonomi, dan ekspress dan hal itu ga jauh beda kekurangannya. Awal-awal menggunakan kereta saya masih sanggup naek yang ekonomi, karena kadang masih bisa ditolerir. Tapi beberapa tahun kemudian saya sudah tidak bisa mentolerir untuk naek yang ekonomi karena dari jadwalnya yang sering telat, kreta yang sering dibatalkan, dan penumpang yang sangat padat merayap mau berdiri aja ga bisa, ga tau lagi kaki sendiri ada dimana, ditambah banyak copet lagi, tapi kadang saya masih naek y ekonomi sih :D…Lalu saya beralih naek yang AC ekonomi, ga jauh beda keadaannya, meskipun ber-AC tapi ga kerasa AC-nya karena penumpang yang sangat padat, karena penumpukan penumpang ekonomi yang jadwal kretanya dibatalkan atau mogok, dan jangan tanya jadwal juga sering tidak tepat waktu.

Lalu hal ini baru saya alami tadi pagi saat akan berangkat kerja, karena kreta ekonomi yang biasa saya tumpangi jadwalnya dibatalkan, maka saya terpaksa naik yang ekspress, dan saya juga biasanya memang naik kreta ekspress ini klo lagi kesiangan, kreta ekspress ini tidak berhenti di semua stasiun seperti halnya kreta ekonomi dan AC ekonomi, tapi tadi pagi yang saya alami adalah kreta ekspress ini berhenti hampir disetiap stasiun dan yang biasanya kreta ini tidak terlalu penuh, menjadi berjubelan ga jauh dengan kreta ekonomi dan tentu saja panassss karena penumpang yang padat, ditambah jadwal kreta ini juga terlambat. Usut punya usut, ternyata ada kreta ekspress yang jadwal pemberangkatannya dibatalakan dari stasiun Depok, sehingga penumpang yang seharusnya naik Depok ekspress jadi menumpuk naik Bogor ekspress (hadooooh!!!!). Saya bayar lho pak….

Kapan KRL kita kaya begini???.....

Saya hanya membandingkan dengan salah satu perusahaan transportasi AG*A M*S (maaf ga boleh nyebut merk :P) jurusan Bogor-Lebak Bulus yang juga pernah saya gunakan, bis ini sangat tepat waktu setiap setengah jam selalu berangkat penuh atau tidak penuh penumpangnya. Klo hari senin bis berangkat setiap 15 menit dengan kondisi penuh atau tidak penuh. Harganya sama dengan harga kreta ekspress dan jadwalnya sangat tepat waktu sampai tujuan. Kapan yah Indonesia punya transportasi yang nyaman jadi berangkat kerja ga cuman pegel di jalan??…. Saya sih pengennya ada kreta swasta yang bisa nyaingin PT. Kereta Api Indonesia biar KAI tidak “angkuh”.

7 responses »

  1. yup, gw pernah naek KRL untuk kerja pagi hari pas gw masih tinggal di bogor.

    amat sangat kampret dan tidak manusiawi. bau parfum murahan, ovalium saliva yang mengering, dan deodoran ga jelas, bersatu padu.
    tapi semuanya dengan 1 tujuan. mencari sesuap nasi dan senggam berlian. jadi ya, biasanya kita saling mengerti dan mengangguk lemah ketika bertemu teman senasib. hehehehe…

    klo pas berangkat masih mending bos… cobain klo pulang. wuih, dah ga ada lagi tuh parfum dan deodoran… makin mateb gila… hehehe…

    salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s