Daddy-Long-Legs

Standard

Buku yang gw beli setelah nonton filmnya judulnya sama Daddy Long Legs juga tapi ini versi Koreanya, film ini sempet bikin gw terharu dan ga menyangka dengan jalan ceritanya. Setelah ngubek-ngubek disalah satu toko buku online, akhirnya gw dapet buku ini versi aslinya tapi dah diterjemahin ke bahasa Indonesia. Buku ini karangan Jean Webster kelahiran New York yang memiliki nama asli Alice Jane. Buku ini masuk ke daftar buku bestseller dan sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Buku ini dicetak pertama kali tahun 1912, sudah diadaptasi ke berbagai drama panggung, beberapa film layer lebar, dan sebuah drama komedi musik di Inggris yang berjudul Lucy from Love.

Jerusha Abbot yang kemudian akan mengganti namanya menjadi Judy Abbot, seorang gadis yang semenjak kecil tinggal disebuah panti asuhan John Grier, setelah lulus SMA, Judy tidak dapat tinggal lagi di panti asuhan lagi karena peraturan panti yang tidak membolehkan anggota panti terus tinggal dipanti setelah berumur 18 tahun. Tiba-tiba datanglah seorang anggota dewan yang bersedia membiayai kuliah Judy, dan Judy pun  harus tinggal di asrama kampus, Judy tidak pernah mengetahui siapa si Tuan Baik Hati yang membiayai kuliahnya itu. Mrs. Lippet pemimpin panti asuhan pun tidak memberitahu kepada Judy, dia boleh memanggil Si Tuan Baik Hati dengan nama tuan Jhon Smith, tapi judi memanggil tuan Si Baik Hati itu dengan sebutan Daddy-Long-Legs, karena dia pernah melihat anggota dewan baik hati itu dari belakang dan kejauhan, tuan itu bertubuh tinggi dan berkaki panjang.

Sebagai gantinya, Judy harus sering mengirimi surat si Tuan Baik Hati itu sesering mungkin, untuk menceritakan keseharian Judy dan tidak mengharapkan surat itu akan dibalas oleh si Tuan Baik Hati.

Judy Abbot adalah orang yang cerdas, ceria, berpendirian teguh, dan sedikit polos. Sebenarnya buku ini hanya berisi surat-surat Judy kepada Daddy-Long-Legs, segala yang dia alami di asrama, kampus, dan kadang pembangkangan-pembangkangan Judy kepada tuan Daddy-Long-Legs yang kadang tidak setuju dengan keputusan-keputusan yang diambil Daddy yang tidak sesuai dengan keinginan Judy.

Jean Webster mendapatkan ide untuk menulis buku ini setelah dia melakukan beberapa kunjungan amal ke beberapa panti asuhan, dia berpikir bahwa, anak yang tidak mampu berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan meraih kesuksesan dalam hidupnya.

Buku ini cukup menyentuh menceritakan keseharian Judy yang berusaha menyesuaikan diri di kampusnya dan belajar beberapa hal yang tidak pernah dia pelajari di dalam panti.

11 responses »

  1. alo Indah, dah lama ga jalan jalan neh………..thanks buat info lombanya, tapi sepertinya aku ga punya foto buat diikutin lomba deh…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s