Tada, Kimi wo Aishiteru (Only Love You) a.k.a Heavenly Forest

Standard

“Apakah tidak ada sedikit saja perasaan pada saat kau menciumku??” Itulah sebuah kalimat dari kartu pos yang dikirimkan Shizuru pada Makoto. Setelah 2 tahun Shizuru menghilang dari kehidupan Makoto,tiba-tiba dia mengirimkan kartu pos.

Makoto dan Shizuru berteman sejak Makoto melihat Shizuru kesulitan menyebrang di jalan raya dekat kampus mereka. Makoto memilki hobi fotografi, seorang pemuda yang pemalu tetapi sebenarnya memiliki bakat terpedam yang besar. Shizuru seorang mahasiswi jurusan bahasa Perancis memiliki penyakit langka, kelainan pada hormon pertumbuhan yang lambat, sehingga dia terlihat masih seperti anak kecil, pakaian yang dikenakan juga seperti anak kecil, celana ngatung, kaus dalam panjang dan baju kodok. Potongan rambutnya sebahu pendek (kaya Nodame), berkacamata, berwajah seperti gadis kecil. Bahkan di umurnya yang 21 tahun semua giginya masih gigi susu.

Makoto sering mengajak Shizuru ke sebuah hutan yang sebenarnya di larang untuk dikunjungi, dekat kampus mereka untuk memenuhi hasrat fotografinya karena pemandangan yang indah di hutan tersebut. Shizuru pun mulai belajar fotografi dengan bantuan Makoto, bahkan hasil jepretannya lebih bagus dari Makoto Meskipun fisiknya belum berkembang menjadi dewasa, tapi dia mulai merasakan jatuh cinta pada Makoto.

Dia pernah berkata pada Makoto bahwa suatu saat nanti dia akan menjadi gadis yang cantik, Makoto akan menyukainya dan bahkan semua orang akan menyukainya. Tetapi Makoto tidak pernah menanggapinya dengan serius. Adalah Miyuki teman Makoto yang masuk keedalam kehidupan mereka, seorang gadis cantik, anggun dan sangat dewasa. Makoto menyukai Miyuki meskipun Makoto tidak pernah mengatakannya tetapi Shizuru merasakan hal itu, bahkan Shizuru membantu Makoto pada saat berkencan dengan Makoto karena menurutnya “I just want the person I love, fall in love with the person he love”. Shizuru juga mencoba berteman dengan Miyuki, ternyata Miyuki memilki pribadi yang sangat baik, bahkan mereka menjadi teman akrab.

Saat itu secara tiba-tiba Shizuru meminta sebuah hadiah kepada Makoto untuk ulang tahunnya, yaitu sebuah foto mereka saat berciuman. Karena Makoto pernah berjanji akan memberikan sesuatu saat ulang tahunnya maka dia harus memenuhinya. Shizuru bilang bahwa foto tersebut akan digunakannya untuk sebuah kontes, maka foto tersebut dilakukan di hutan tempat mereka melakukan fotografi, tetapi sehari setelah mereka berciuman Shizuru menghilang dan tidak ada orang yang tau dimana rimbanya. Hingga akhirnya datang sebuah kartu pos dari New York. Makoto pun bermaksud mengunjungi Shizuru ke New Yok, tetapi tidak disangka yang dia temui adalah Miyuki.

Ternyata Miyuki tinggal se-apartemen dengan Shizuru, tetapi setelah beberapa hari Makoto tinggal di apartemen mereka dia tidak pernah melihat Shizuru dan Miyuki selalu memberikan alasan bahwa Shizuru sedang melakukan pameran fotografinya di luar kota. Hingga suatu hari tak sengaja Makoto mendengarkan suatu pesan yang ditinggalkan di mesin penjawab Miyuki. Yaitu sebuah ucapan terimakasih dari ayah Shizuru kepada Miyuki karena telah mengirimkan abu Shizuru ke kampung halamannya.

Tadinya males banget liat ini film, coz dari review-review yang gw baca sad ending. Tapi ternyata film ini mengandung pesan yang sangat dalam, bahwa seseorang yang telah meninggalkan kita tidak harus ditangisi tapi harus selalu diingat nasihat, pesan, kebaikan dan karya-karyanya. Meskipun sad ending tapi semuanya diceritakan dengan manis, jadi ga bikin gw nyesel nonton. Bahkan film ini masuk dalam salah satu film terbaik yang pernah gw tonton. Di film ini diceritakan bahwa Shizuru ingin Makoto menganggapnya masih hidup, sehingga sebelum meninggal Shizuru menulis 10 buah surat untuk Makoto yang dikirimkan oleh Miyuki setiap bulan. Dengan begitu Shizuru akan tetap hidup didalam hatinya.

Lalu Makoto mengunjungi tempat pameran foto-foto Shizuru (disini nih scene favorit gw ^^) ternyata kebanyakan adalah foto-fotonya yang diambil Shizuru secara diam-diam, dan ada satu foto paling besar yaitu foto pada saat mereka berciuman dengan latar belakang danau .

Dipameran itu juga terdapat foto Shizuru yang benar-benar telah menjadi gadis yang dewasa dan cantik.

Cara pengambilan gambar di film ini keren banget, pemandangannya juga cantik, pantulan sinar dari danau yang kena sinar matahari. Hasil jepretannya Makoto and Shizuru juga keren, padahal cuman ditempat2 yang biasa. …^_^

Dorama ini diadaptasi dari salah satu cerita pada novel karya Ichikawa Takuji yang berjudul Ren Ai Shashin (Picture of Love).

“I want to feel love, to love the one I love, to love person that is loved by the one I love.”

Pemeran :

Miyazaki Aoi as Satonaka Shizuru

Tamaki Hiroshi as Makoto Segawa

Kuroki Meisa as Fujiyama Miyuki

3 responses »

  1. maap,,
    baru nonton nih film,,
    bagus banget nih film ternyata,,
    ada lucu dan sedihnya,,
    nano-nano banget deh,,
    punya sinopsis film laen gak yang diadaptasi dari novel Ichikawa Takuji,,???
    tengkyu,,,

  2. Pingback: First Time I Got Award « silentspring's Blog

  3. Pingback: Spring Story « silentspring's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s